Tampilkan postingan dengan label PC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PC. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Juni 2010

Membuat Partisi Harddisk di Windows Vista & 7

Tidak seperti pada Windows XP yang memerlukan software lain untuk membuat partisi harddisk semisal Partition Magic, pada Windows Vista tidak diperlukan lagi software tambahan.
Kita tinggal langsung masuk ke Computer Management, kemudian pilih Storage --> Disk Management, dan klik kanan pada drive yang akan dipartisi.
Urutan lengkapnya diuraikan berikut ini :
• Untuk masuk ke Computer Management, Klik Start --> klik kanan pada menu Computer --> pilih Manage

Maka akan tampil jendela Computer Management.
• Pada Jendela komputer Management, klik Storage, --> Disk Management
Klik kanan pada hardisk yang akan dipartisi --> Pilih Shrink Volume

• Kemudian akan tampil jendela yang menginformasikan kapasitas hardisk, maksimal shrink yang boleh dibuat, dan kolom pilihan besar shrink yang kita inginkan, dalam ukuran Mega Byte, kalau anda bingung dengan angka-angka ini, biarkan saja, kemudian klik Shrink. Proses Shrink segera berlangsung tanpa mengganggu/menghapus) program/aplikasi atau data-data anda.

Setelah proses selesai, maka akan ada tampilan Unallocated partition.

• Kemudian untuk membuat Volume / drive baru, klik kanan pada unallocated--> pilih New Simple Volume --> Next --> Tentukan ukuran volume yang diinginkan, kalau bingung dengan angkanya biarkan saja --> Klik Next --> Next
• Pada jendela Format Partition kalau ingin proses lebih cepat pilih Perform a quick format --> klik Next

• Setelah beberapa saat akan tampil jendela yang menyatakan proses selesai klik Finish
• Cek di Menu Computer untuk melihat drive baru.

Semoga Bermanfaat.

Tips Mengatur Pembagian (Partisi) Hard disk

Info gambar
Bagi kebanyakan pengguna Komputer (PC) kadang kurang atau tidak begitu memperhatikan masalah pengaturan/penggunaan Hard disk. Biasanya diserahkan ke orang lain, mulai dari pembelian sampai installasi berbagai program lainnya, dan setelah itu tinggal memakai, tidak pernah memperhatikan masalah Hard disk.
Berikut tips mengatur pembagian Hard disk sehingga bisa lebih baik dan memudahkan.

Dengan semakin murahnya perangkat yang satu ini dan kapasitas yang semakin bertambah, maka penggunaannya pun harus diperhatikan. Maskipun bisa saja kita membagi Hardisk 500 GB Menjadi 1 atau 2 partisi ( drive C: dan drive D:), tetapi hal itu menurut saya merupakan cara yang kurang baik. Berikut tips saya yang sebagian merupakan hasil pengalaman pribadi.
Pembagian hardisk memang tidak ada standard khusus, biasanya hal ini berdasarkan pengalaman atau keperluan. Cara terbaik adalah dengan menentukan terlebih dahulu kategori yang akan digunakan. Misalnya Untuk Sistem Operasi, Data, Master Program, Audio/video dan lainnya.
HardDisk-Anatomy
Perlu diingat bahwa HDD 80 GB (GigaByte) tidak sepenuhnya dapat menyimpan data sebesar 80 GB, demikian juga ketika terbaca di komputer. Untuk HDD 80 GB, biasanya hanya mampu menyimpan data atau akan terbaca maksimal 74 GB. Untuk 40 GB menjadi 37 GB, 160 GB = 149 GB, 250=232 GB, 320 = 298 GB, 500 GB = 465 GB, 640 = 596 GB, 1 TB (TeraByte) = 931 GB dan seterusnya. Sehingga kita tidak bisa membagi HDD 80 GB menjadi 4 drive dengan masing-masing berukuran sama dan terbaca 20 GB semua.
Berikut contoh pembagian HDD 160 GB (terbaca sekitar 149 GB), dengan sistem operasi Windows XP
  • Drive C : 20 GB (Label “winXP”, untuk menginstall sistem operasi windows XP dan program lainnya)
  • Drive D : 40 GB (Label “Master”, untuk menyimpan berbagai master program sebelum di install)
  • Drive E : 40 GB (Label “Data”, untuk menyimpan Data atau Dokumen)
  • Drive F : 49 GB atau sisanya (Label “Media”, untuk menyimpan berbagai file audio dan Video)
Mengapa drive C hanya berukuran 20 GB ? Bagi kebanyakan orang, drive C sebagai lokasi installasi sistem operasi tidak memerlukan banyak tempat. Untuk Windows XP paling hanya 2 GB, Office sekitar 1 GB dan sisanya berupa program-program lainnya dan biasanya masih mencukupi. Sehingga dengan ukuran yang kecil akan lebih mudah dalam merawatnya, seperti ketika scan virus, spyware, defragment hardisk lebih cepat dan lainnya
Dalam mem-format HDD, biasanya ukuran yang dimasukkan dalam MB (Mega Byte). Kemudian Agar HDD terbaca sebesar 20 GB, maka ukuran yang kita masukkan dalam MB harus lebih besar dari 20.000. Misal kita tentukan ukurannya 21.500 MB, maka ukuran ini akan terbaca sekitar 20 GB. Atau bisa ditambah sedikit misalnya 22.000 MB (terbaca 20.5 GB). Demikian juga ketika menentukan ukuran 40 GB ( diisi sekitar 43.000 MB). Untuk lebih mudahnya bisa melihat Konversi GigaByte
Memindah Lokasi My Documents
Ketika kita membuka Windows Explorer maka akan ada directory My Documents dan pada awalnya lokasi My Documents ini ada di drive C;, lengkapnya biasanya di folder C:\Documents and Settings. Menyimpan dokumen di drive C menurut saya kurang aman, dan perlu dipindah ke Drive selain C. Misalnya dari contoh diatas adalah drive E:
Untuk mengubah agar My Documents membuka lokasi drive/folder lainnya, caranya dengan klik kanan My Documents dan pilih Properties kemudian klik tombol Move dan pilih lokasi baru tempat penyimpanan dokumennya, misalnya drive E:.
Cara ini hanya merubah lokasi My Documents ke lokasi baru, sehingga jika sudah ada data di My Documents, maka harus dipindah manual ke lokasi baru ini. Data lama tetap masih ada dan tidak terhapus.
move-my-documents
Setelah lokasi di pindah/diubah, maka ketika kita menyimpan di My documents, data akan tersimpan di drive/folder baru tesebut ( contoh diatas drive E:), tidak tersimpan di drive C:
Referensi pelengkap :
http://en.wikipedia.org/wiki/Hard_disk_drive